Tugas Sejarah Negara Turki (Kewarganegaraan)

Kesultanan Utsmaniyah
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Kesultanan Utsmaniyah
Osmanlı İmparatorluğu
دولت عالیه عثمانیه
Devlet-i Âliye-yi Osmâniyye
Negara Utsmaniyah Raya
Kekhilafahan
← Berkas:Flag of Seljuq Empire.PNG
1299 – 1923

Bendera Lambang

Motto
دولت ابد مدت
Devlet-i Ebed-müddet
(“Negara Abadi”)
Lagu kebangsaan
Lagu kebangsaan kesultanan Utsmaniyah

Wilayah Kesultanan Utsmaniyah pada puncak kekuasaannya
Ibu kota Söğüt (1299–1326)
Bursa (1326–1365)
Edirne (1365–1453)
Konstantinopel (1453–1922)
Pemerintahan
Monarki

Sultan

– 1281–1326 (pertama) Osman I

– 1918–22 (terakhir) Mehmed VI

Wazir Agung

– 1320–31 (pertama) Alaeddin Pasha
– 1920–22 (terakhir) Ahmed Tevfik Pasha
Sejarah
– Didirikan 1299
– Interregnum
1402–1413
– 1. Konstitusional
1876-1878
– 2. Konstitusional
1908-1918
– Dileburkan
24 Juli 1923

Luas

– 1680 5.500.000 km² (2.123.562 sq mi)
Populasi

– perkiraan 1856 35.350.000
– perkiraan 1906 20.884.000
– perkiraan 1914 18.520.000
– perkiraan 1919 14.629.000
Mata uang
Akçe, Kuruş, Lira

Kesultanan Utsmaniyah (1299–1923), atau dikenal juga dengan sebutan Kekaisaran Turki Ottoman, (Turki Utsmaniyah Lama: دولت عليه عثمانيه Devlet-i ʿĀliye-yi ʿOsmāniyye, Utsmaniyah Akhir dan Turki Modern: Osmanlı Devleti atau Osmanlı İmparatorluğu) adalah negara multi-etnis dan multi-religius. Negara ini diteruskan oleh Republik Turki yang diproklamirkan pada 29 Oktober 1923.
Negara ini didirikan oleh Bani Utsman, yang selama lebih dari enam abad kekuasaannya (1299 – 1923) dipimpin oleh 36 orang sultan, sebelum akhirnya runtuh dan terpecah menjadi beberapa negara kecil.
Kesultanan ini menjadi pusat interaksi antar Barat dan Timur selama enam abad. Pada puncak kekuasaannya, Kesultanan Utsmaniyah terbagi menjadi 29 propinsi. Dengan Konstantinopel (sekarang Istambul) sebagai ibukotanya, kesultanan ini dianggap sebagai penerus dari kerajaan-kerajaan sebelumnya, seperti Kekaisaran Romawi dan Bizantium. Pada abad ke-16 dan ke-17, Kesultanan Usmaniyah menjadi salah satu kekuatan utama dunia dengan angkatan lautnya yang kuat.
Kekuatan Kesultanan Usmaniyah terkikis secara perlahan-lahan pada abad ke-19, sampai akhirnya benar-benar runtuh pada abad 20. Setelah Perang Dunia I berakhir, pemerintahan Utsmaniyah yang menerima kekalahan dalam perang tersebut, mengalami kemunduran di bidang ekonomi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: